Tetap Menolong Sesama di Tengah Masa Sulit ala Anne Avantie

cerita perempuan

Issa Site – Mendengar cerita perempuan yang inspiratif tak jarang menggugah banyak orang untuk melakukan kebaikan yang sama. Di Indonesia, sosok-sosok tersebut datang dari berbagai kalangan, usia, ras, dan agama. Salah satu di antaranya adalah Anne Avantie, desainer fesyen senior yang dikenal akan karya-karyanya yang bercorak batik.

Lebih dari itu, perempuan berusia 54 tahun yang akrab dipanggil Bunda Anne ternyata peduli juga dengan nasib sesama. Terutama saat sekarang, di tengah wabah Covid-19 yang belum memperlihatkan tanda akan berakhir dan dampaknya terhadap perempuan.

cerita perempuan

Sudah berbagi sejak sebelum berada

Tak banyak yang tahu bahwa Anne mempunyai yayasan bernama Yayasan Anne Avantie yang didirikan lebih dari 20 tahun lalu. Ia  membantah yayasan tersebut baru dibangun setelah mempunyai uang. Ia bahkan pernah kesulitan saat ketika tengah mengelola yayasan ini.

Namun, ia percaya bahwa tidak perlu memiliki banyak uang untuk menolongorang lain, keinginannya untuk menolong inilah yang menjadi ‘modal’ utama Anne.

Baginya, membantu mereka yang kurang mampu adalah sebuah berkat tersendiri. Dia pun memiliki prinsip bahwa saat membantu, dia ingin banyak orang mengetahui bantuan tersebut. Langkah tersebut terinspirasi Bunda Theresa, sang pelayan Tuhan di bidang kemanusiaan. Darinya, Anne berkomitmen untuk memberikan dampak positif.

Tak berhenti menolong di masa pandemi

Pandemi yang telah berlangsung selama setahun lebih pun tak menghentikan Anne untuk memberikan pertolongan. Bahkan pertolongan sudah dia perlihatkan sejak kasus pertama muncul di Indonesia dan memantik panic buying di tengah masyarakat.

Pada saat itu, masyarakat berlomba-lomba membeli masker dan hand sanitizer sebanyak mungkin. Akibatnya, selain mengakibatkan kenaikan harga, masyarakat yang belum kebagian semakin kesulitan melindungi diri mereka dari paparan virus Corona.

Menanggapi fenomena tersebut, Anne lantas menyediakan stok masker, hand sanitizer, hingga alat pelindung diri (APD) yang dikhususkan untuk tenaga medis. Melalui yayasannya, Anne pun mencari solusi-solusi yang dapat membantu masyarakat menyelesaikan berbagai masalah akibat pandemi.

Walau pertolongannya mampu meringankan masyarakat, Anne terus melanjutkan misinya untuk menolong sesama. Setelah menyediakan stok APD, masker, dan hand sanitizer, Anne kemudian mewujudkan rencana selanjutnya, yakni membangun rumah layak huni untuk manula.

Manula, berbeda dari usia produktif, mempunyai keterbatasan untuk beraktivitas. Anne yang juga memasuki paruh baya pun ingin kelompok usia tersebut menjalani kehidupan berkualitas di masa senja mereka. Sejauh ini,  Anne telah merenovasi tiga rumah, puskesmas, hingga panti asuhan.

Anne juga mempertimbangkan kolaborasi untuk memudahkan perluasan bantuan. Bagaimana pun, menurutnya, yayasan juga memiliki keterbatasan. Pada akhirnya, Anne berkolaborasi dengan salah satu merk cat di Indonesia untuk membagikan cat gratis. Sasarannya pun luas dari rumah pribadi, rumah ibadah, panti jompo, hingga rumah sakit.

Anne Avantie membuktikan bahwa tanpa perlu menunggu harta melimpah, menolong sesama tetap dapat dilakukan. Lantas saat kesuksesan datang, kebiasaan baik tersebut ada bagusnya ditingkatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *