Kylian Mbappe Sempat Kepikiran Gabung Liverpool demi Hormati Ibu Tercinta

Saga transfer Kylian Mbappe menemui titik terang setelah dirinya memutuskan untuk bertahan bersama raksasa Ligue 1, Paris Saint Germain (PSG). Kylian Mbappe memutuskan untuk menandatangani kontrak di PSG hingga 2025. Keputusan superstar Prancis ini sekaligus menghancurkan harapan Real Madrid untuk meminangnya pada bursa transfer musim panas ini.

Namun siapa yang menyangka, eks pemain AS Monaco ini pernah kepikiran untuk berlabuh ke Liverpool. Alasan utama mengapa sang penyerang menjalin negosiasi dengan klub Liga Inggris itu karena menghormati ibunda tercinta. Diungkapkan oleh Kylian Mbappe, ternyata sang ibu adalah pendukung setia Liverpool.

Demi wujud hormat sang putra kepada ibu, Mbappe sempat membuka negosiasi dengan klub pengoleksi enam gelar Liga Champions tersebut. "Saya berbicara dengan Liverpool karena itu adalah klub favorit ibu saya. Saya tidak tahu mengapa dia mendukung The Reds, Anda harus bertanya padanya,” terang Mbappe, seperti yang dikutip dari laman RMC Sport . Diakui oleh Mbappe, dirinya tak intensif menjalin komunikasi dengan Liverpool.

"Kami berbicara singkat dan itu tidak intens. Pilihannya adalah antara Real Madrid dan PSG," tambah penggawa Les Bleus ini. Bukan pertama kalinya Mbappe menjadi subyek spekulasi intens terkait rencana masa depan dari Liverpool. Sebelumnya pada tahun 2017, Mbappe juga pernah menjadi gebetan Liverpool.

Dia akhirnya bergabung dengan PSG di jendela yang sama ketika Neymar menyelesaikan transfer senilai yang memecahkan rekor dari Barcelona. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp sebelumnya pernah mengatakan ingin melihat Mbappe berada di timnya. Namun juru taktik asal Jerman ini sadar diri bahwa pemain sekaliber Mbappe memiliki harga yang di luar jangkauan The Reds.

Kini, Mbappe siap untuk melanjutkan kisahnya bersama Les Parisiens julukan PSG . Bersama Neymar dan Messi, tentunya Mbappe ingin menuntaskan rasa penasarannya di Liga Champions. Maklum, meski PSG begitu digdaya di Ligue 1, namun mereka selalu kesulitan ketika tampil di kompetisi elite benua Biru. Skelaipun mereka bermaterikan pemain kelas bintang.